Masjid Peninggalan Wali

Masjid Bitul Aziz, Masjid Peninggalan Wali di Desa Hadiwarno

Gapuro Masjid Wali Baitul Aziz

Gapuro Padurekso dengan panjang 3 m, lebar 176 cm, dan tinggi 270 cm. Ditengah gapuro tersebut ada pintu jati dan bagian atas pintu terdapat lambang naga. Gaya bangunan Padurekso merupakan campuran dari dua kebudayaan yaitu antara Hindu dan Islam.

Tuesday, October 13, 2015

RAPAT PERUBAHAN APBDES TA. 2015


Rapat perubahan APBDES 2015 dihadiri oleh Pj. Kades , kasi, kaur dan Anggota BPD pada hari ini selasa 13 oktober 2013.
Perubahan ini dilakukan karena desa hadiwarno mendapat tambahan ADD sebesar rp. 17.007.200,-

Monday, October 5, 2015

PAM BERSAMA

Nge PAM bersama antara Pj. KADES ,TNI dari koramil mejobo dan Polri dari polsek mejobo dalam suatu acara khajatan warga demi terciptanya suasana kondusif awal hingga akhir acara.

Saturday, October 3, 2015

TANAMAN ALTERNATIF

Disaat musim kemarau seperti ini petani di Desa Hadiwarno mencoba menanam bawang di MT 3 yang biasanya mereka menanam komoditas polowijo. Terobosan ini bukanlah tanpa hambatan karena petani harus mengairi lahan tersebut tiap hari secara rutin dengan menyedot air di sumur bor dngan pompa diesel yang secara otomatis biaya pengolahan akan besar.
Tampak digambar tanaman bawang milik petani dengan luasan 1 kotak di Blok Kidul Kauman

REHAB JALAN KRAWANG - JOJO

Rehabilitasi jalan kabupaten  Krawang - Jojo saat ini dalam proses pengerjaan, pekerjaan tersebut meliputi Pekerjaan betonisasi dan ATB  dengan panjang +/- 2 km dengan lebar 4 m.
Pekerjaan tersebut di laksanakan oleh penyedia jasa/rekanan.

MENDESAK UNTUK DI REHAB.

Jembatan penghubung Desa Hadiwarno dan Golantepus yang notabene adalah jembatan lingkungan sudah saatnya ditingkatkan dari jembatan lingkungan menjadi jembatan Kabupaten sehingga dapat direhab,dikarenakan jembatan tersebut hanya mempunyai lebar 2 meter dan yg lebih parahnya terdapat tiang penyangga jembatan.
Tiang penyangga tersebutlah yang menyebabkan terjadinya luapan air ke pemukiman karena disaat hujan debit air kalipiji tinggi dan membawa sampah dari utara,sampah tersebut terhenti/menyangkut di tiang sehingga aliran air terhambat di jembatan tersebut.
Pemerintah Desa sudah berulang kali mengusulkan rehab jembatan tersebut melalui musrenbangkec karena anggaran rehab jembtan tersebut besar sedangkan keuangan desa tak akan mampu.
Jembatan tersebut terakhir di rehab pada tahun 1998 melalui program PDMDKE.
Tampak digambar perangkat desa bergotong royong membersihkan lumpur dan sampah yang tersangkut di tiang jembatan.